Wednesday, February 7, 2018



for english review, scroll down until you see the yellow color tiles.

synopsis: Orbiting a planet on the brink of war, scientists test a device to solve an energy crisis, and end up face-to-face with a dark alternate reality.


INDONESIAN REVIEW
Fall into a disappointment with its bigger responsible as a connector but somehow it’s worth to see by its matter.

Marketing tak bisa disalahkan, sebenarnya great job buat mereka apalagi untuk tipe film begini. Tak bisa disalahkan juga diriku yang tak bisa enjoy film ini dengan kekacauannya bahkan masih enakan yang sebelumnya yang lebih mencekam, menegangkan dan memuaskan. Banyak orang yang berantisipasi dan terkejut saat filmnya keluar setelah superbowl. Ya, gua punya niat besar untuk nonton langsung film ini dan tetap mengambil pencegahan dengan menurunkan ekspetasi. Dan hal itu terjadi. WHAT. THE. FUCK!


Jujur, film ini tak hanya datang mengejutkan tapi juga selesai dalam keadaan yang sama dengan tambahan gelengan kepala saat aku menyaksikan film ini. Jujur, film ini tak bisa disalahkan akan kekurangannya tetapi disisi lain, film ini tetap harus ditonton. Why? Gua elaborate dulu penilaianku soal film ini.

First thing first, film ini mengambil set di luar angkasa dimana mereka menghidupkan particle accelerator untuk menyelamatkan krisis energi yang sedang terjadi di bumi. Tak tahu juga tahun berapa-an, tapi yang jelas situasi di bumi sering gelap-gelapan, hadeh. Orang-orang yang ada di luar angkasa ini, bukannya berhasil meruntuhkan krisis energi malah berhadapan pada masalah yang di luar akal manusia, di mulai ketika mereka menyadari bahwa bumi tiba-tiba saja hilang.

Jujur, film ini memiliki beban besar terhadap konektivitas film lainnya, mulai dari Cloverfield (2008), 10 Cloverfield Lane (2016), dan juga yang akan datang Overlord (2018) di bioskop nanti. Hanya saja, membawa materi untuk menjawab beberapa pertanyaan di film-film sebelumnya, hanya sekedar begitu-begitu saja, biasa. I can say film ini seperti film kausalitas dari kondisi yang telah terjadi. Hanya saja, banyak kegagalan di dalamnya yang membuat film ini jatuh ambruk dalam kekecewaan.

Kegagalan film ini ialah konstruksi atau membangun tensi ketegangan. Di first-act ketika bermunculan hal-hal aneh yang bikin kening mengernyit cukup menarik tetapi bagaimana eksekusi di second-act bahkan third-act nya kian melemah. Film ini tidak begitu mencekam seperti pendahulunya, atau setidaknya memberikan experience yang menarik lewat misteri udah cukup, tak perlu memberikan sensai menegangkan bila akhirnya begini. Tak hanya itu, dialognya bahkan tidak berhasil menyelamatkan film ini dari kegagalan tersebut. Ketika dialognya demikian, beruntunlah pada pengembangan karakter yang juga melemah, bahkan ketika keinginan director untuk menyisipkan drama di third-act, terlambat sudah akibat beberapa aspek yang kian rendah. Dan tinggallah hanya memberikan jawaban-jawaban tanpa ada kemasan menarik di dalamnya, seakan film ini pelengkap dalam kemasan buruk.

Kalau yang tadi kegagalan aspek-aspek di dalamnya, yang ini malah sia-sia, dan beberapa plot-hole. Kemudian di bagian score yang rasanya tidak sesuai bahkan tidak bisa membantu memberikan rasa ketegangan yang ended-up nanggung. Kemudian di bagian cast yang terasa wasted disini, seperti Gugu Mbatha-Raw yang memerankan tokoh Hamilton di film itu. Akting dan performanya sudah bagus, dan lainnya sebenarnya juga lumayan untuk film ini, hanya saja terhambat karena dialognya.

Buang hal buruk tadi, sekarang bagian kesukaanku di film ini. Hal yang paling kusuka hanyalah bagian awal dan akhir. Bagian akhir seperti menebar minyak pemuas dan menutup dengan pertanyaan yang memutar otak dalam menyusun kejadian demi kejadian di Cloverfield Universe.

Film ini masih interesting di sisi lain, dan worth to see, atau ngelihat spoiler dari orang mengenai ceritanya kalau mau menghemat 1 jam 42 menit. Semua keputusan terserah kalian, bukan maksudku untuk membuat kalian agar tidak menonton film ini, ini semua hanya pendapat dan pemikiranku mengenai film ini. Film itu subjektif, ada yang suka, ada yang tidak, semua tergantung selera dan pandangan anda. Yang jelas, to me, film ini kacau.

Menurutmu gimana?
Tulis di komen!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES.

RATING:
2.0/10

ENGLISH REVIEW
Fall into a disappointment with its bigger responsible as a connector but somehow it’s worth to see by its matter.

I can’t blame the marketing, they did a great job for a type of film like this. I can’t blame myself for not enjoying much on this one and prefer the previous one which more, more thrilling and satisfying. So much people anticipated this and surprised when it comes right after the superbowl. Yes, I have a bigger intention and take a precaution by decreasing my expectation. Then, it happens. WHAT. THE. FUCK!


Honestly, this film is not just surprising as it comes to the world but also done in a surprising way with my head shaking a little. This film somehow it is worth to see but if you just wanna take a spoiler from your friend, then that’s yours, haha.

First thing first, this film taking a set from outer space where they have a mission to save the energy crisis by turning on the particle accelerator. I don’t know which year they were but to be clear that earth is in dark. People in a spaceship is not succeed but facing another problem, begin with realizing that the earth is gone. Just gone.

To be honest, this film has bigger load for the connectivity of other film in one film universe, starts from Cloverfield (2008), 10 Cloverfield Lane (2016), and also soon Overlord (2018) in your near cinemas. It’s just, carrying this story to answer few questions from previous films, and just that, it’s not like making its experience become better or at least good. It’s a big disappointment for this one.

So many failure in a messy way. First one, is building the tension, building the thrill, gripping or at least create a fascinating way by taking its mystery in a great packaging. Turns out no, so much potential in this film that just wasted. Then, the dialog that cannot save this film from its failure. When the dialog has a failure, then it goes to the character development that also fail. Even when the film wants to create a drama moment in the third-act before it ended with seconds of satisfying moment, it feels empty even the cast is already putting much effort. Everything left with just answering and knowing the fact and it’s over. It’s a bad wrapped.

Failure in a few aspects, then it’s about the plot, score and cast. Yes, plot-hole is everywhere but not entire, yes, I know if you put attention into the news and other things, but I think some of it still a plot-hole that doesn’t make any sense. Then, the score that it’s weak. You know, score can also build the tension for a bit, take an example like, Life (2016). Next, is the cast. I think this department is pretty wasted. Gugu Mbatha-Raw has a good performance and put a good effort in it, it’s just the story and the constructions of it cannot embrace it.

Let alone that negative points, then going into moments that I really liked. What I really liked is just the beginning and ending. The ending is predictable but it’s still sparkling and satisfying, seeing that thing, roaring and closed by questions that giving duty to your brain, thinking and arranging events in Cloverfield Universe.

Somehow this film is kind of pretty interesting, but I won’t see this again, anymore and have a big regret. If you don’t want to waste your 1 hour 42 minutes just for this crap, it’s all yours. It’s not my decision to hold you up and not watching this one, I am really not, I just put my thoughts about this film and I think this film is not satisfying me. It’s all yours, it’s up to you, your taste and your point of view. Obviously for me, this film is a total messy.

What do you think?
Write in comment!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES.

RATING:
2.0/10

Sunday, February 4, 2018



for english review, scroll down until you see the yellow color tiles.

synopsis: Set over one summer, the film follows precocious six-year-old Moonee as she courts mischief and adventure with her ragtag playmates and bonds with her rebellious but caring mother, all while living in the shadows of Walt Disney World.--A24


INDONESIAN REVIEW



“luar biasa dengan kejujuran yang membuat film ini bernyawa dalam hangat dan tawa dikepahitan realita”

Ketika yang lain berkutat pada eksplorasi di romansa, histori perang, fantasi sementara film ini mencoba mengajakmu pada realita pahit yang perlu kamu rasakan disetiap menitnya. Jujur, film yang disutradarai Sean Baker memberikan sebuah kejujuran dalam kehangatan, humor, intim, pertualangan summer pada sekelompok dari kacamata anak kecil dan orang dewasa.

Pada dasarnya seperti pertualangan drama pada realita, Mooney, perempuan manis kecil tinggal di balik megahnya istana Walt Disney, berpetualang kemana saja bersama temannya yang memiliki ibu yang lepas kontrol tapi tetap mengalir rasa kepedulian, kasih sayang bagi anaknya. Ceritanya memang begitu simpel, cuma pertualangan realita hidup tapi dampak setelahnya begitu mendalam.

Hasil ramuan Sean Baker dan seluruh tim krunya membuat film ini begitu hangat sehangat summer dan senyuman anak kecil, lucu dan sangat simpatik. Hal yang membuat film ini bekerja dengan baik ialah kejujuran di dalamnya. Kejujuran disetiap scene yang membuat film ini bernyawa walau kita tak menyadari fakta bahwa kita sudah begitu intim dengan cerita dari keseharian suatu kelompok dari setiap problemnya, pertualangan dari anak dan orang dewasa juga konflik karakter yang membawa penontonnya berlabuh di titik ending, titik dimana tangis tak terbendung, I mean how can you hold your tears for that. Benar-benar kisah pahit yang diramu dengan eksekusi yang tepat. Melihat semuanya dalam kedetilan dan penjajaran kisah yang terasa nyata.

Depiksi anak kecil di film ini betul-betul lugu polos, petualang, namun bebas kemana saja mencari kesenangan tanpa memikirkan beban apapun, walau es krim baginya sudah menjadi hal yang dirasa paling istimewa baginya. All this works because of this sweet, Brooklynn bersama cast anak kecil lainnya. Bria Vinaite memerankan karakter ibu yang totally buruk, hancur, bisa dibilang emang ga cocok menjadi seorang ibu tapi bagaimana setiap kali permasalahan anaknya, dia tetap peduli, dia tetap memberikan sebisanya kasih sayang, dengan itu tercipta hubungan ibu-anak telihat kuat disini. Kemudian manager motel yang betul-betul penuh tanggung jawab, keayahan, kebaikan hatinya, diperankan dengan luar biasa oleh William Dafoe—jarang-jarang loh liat dia dapat role orang baik haha apalagi dapat nominasi oscar, ye kan? Bila ada kategori Best Actress buat anak kecil di Oscar, I bet my life for Brooklynn manis.

Sinematografi yang apik memberikan gambaran betapa luasnya dunia, betapa luasnya bayangan dibalik megahnya bangunan tinggi, menyembunyikan realita yang pantas dipertanyakan dan direnungkan. Bagaimana kehidupan seorang anak harusnya menyenangkan, hidup jauh dari kepahitan yang tak harus dipikirkannya, dan menetap dalam kebahagiaan dimana dunia miliknya dan tak seorangpun boleh mengganggu dan merenggut senyuman seorang anak, walau betapa pedihnya realita itu. Memang bukan hanya soal anak tapi juga orang yang hidup disana. Sungguh prihatin. The Florida Project, bukanlah sebuah film melainkan refleksi nyata yang menarik kepala anda untuk melihat apa yang ada di balik bayangan yang akan disaksikan, dan dirasakan.

 Menurutmu gimana?
Tulis dikomen!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING:
9.5/10

ENGLISH REVIEW

“truly remarkable by its poignant honesty of a community and surround with joyful warm”

When another film is busy to explore the romance, war history, fantasy, superhero while this one guided you into the poignant reality that you have to see and feel every minute. When I say poignant reality, doesn’t mean it’s gonna be melodramatic, directed by Sean Baker and he gives honesty to it in warm, joyful, intimate, summer adventure on a community lives in a shadow from perspective of kids and adult.

Basically just adventure on a bitter sweet story, Mooney, little sweet girl living behind the gorgeous big city where Disneyland stand, adventure to anywhere she can with her friends and having a troubled mother that loving her much in her mother’s way. The story is simple, because it’s reality but you have to put your sense so it can transcend its emotion.

Sean Baker did it again on this one, it’s warm as summer as the kids smiling, joyful humor, and very sympathy. Those things works very well because of its honesty. I feel the soul of this film alive because of its honesty and we unaware of facts that the story and character is so intimate through the everyday life of the community, the problems, kids perspective and so the adult until the conflict of the characters bring us into the place where it ends with tears, I mean how can you hold your tears. That ending is so incredible. How poignant in a right execution and makes it real with its detail of life.

The depiction of kids that so playful, adventurous, free to anywhere else they can go, finding happiness even just the ice cream is the perfect menu in the world for them. All this works because of this sweet, Brooklynn with another little cast. Bria Vinaite showing her range in first role, playing a mother that totally broke, rebellious but having much care and love for her kid, and how Vinaite create such a solid bond to children and it’s beautiful. Then the motel manager that full of respect and fatherness, kindness, played by William Dafoe—it’s kinda rare to me seeing him in that kind of role. If there’s best children actress/actor on Oscar, I bet my life for Brooklynn.

The gorgeous and epic cinematography captured on how big this world, how big the shadow behind ‘the building’, hiding the reality that needs to be question and think. How the life of that kids needs to be safe and nice, living in ‘that’ reality that shouldn’t be thought of, and just live in happiness where the world just for them and nobody can steal the smile. I know it’s not just about a children but also the community behind. I really loved this work. The Florida Project, is not a film but a truth reflection that grab your head to see what’s going on and think and realize about it.

What do you think?
Write down below!


HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING:
9.5/10

Friday, December 29, 2017


for english review, scroll down until you see the yellow color tiles.

INDONESIAN REVIEW



“Sebuah cerita yang kuat dan berpengaruh sampai menetap di hati dalam waktu yang lama”

Untuk film sejenis ini, sungguh susah diungkapkan dengan kata-kata selain menunjukkan rasa sejenis kekaguman pada kesuksesan film ini, membawa sebuah experience terasa luar biasa pada penontonnya. I don’t care of the theme, selagi pegangan prinsip kuat, takkan pasti terpengaruh apapun itu bentuknya.

Summer di italia, Elio bertemu dan berkenalan dengan Oliver untuk pertama kalinya. Elio terlihat risih dan merasa terganggu dengan kedatangannya, dan tanpa dirasa dia tumbuh untuk menyukainya. Ini kisah cinta pertama Elio yang akan selalu terkenang dihatinya.

Fak, lagi nulis kembali baper. Begitu banyak bertebaran film bertemakan LGBT dengan unsur First Love Story dengan masing-masing keunikan dan tujuan menyinarkan maksudnya. Betapa bagusnya film ini sampai membuatku terdiam dan jelas, film ini memberikan experience romance yang lebih daripada romance straight malahan. Sebenarnya hal utama dari film ini tak hanya persoalan kisah cinta pertama, tetapi juga mengenai embrace dan empowerment dalam cinta, walaupun itu sesama jenis dan dalam kasus ini, Oliver dan Elio terlibat dalam dinamika kisah cinta sesama jenis.

Aku suka bagaimana setiap rajutan film ini begitu kuat dan tepat disegalanya. Menontonnya serasa, kisah yang diceritakan mengalir normal begitu saja, bagai tertawa hangat pada momen-momen, tetapi ketika mencapai sebuah ending, hasil yang membuat hati kita tergoyah dengan maksimal. Bagaimana cerita tak hanya bertutur begitu saja, tetapi membuat penontonnya untuk ikut meraba kisah mereka, memahami sesuatu yang rasanya non-verbal, dan diikuti alunan musik yang dengan cepat menyusup ke dalam hati.

Jujur, Timothee disini memiliki great performance begitu juga dengan line-nya yang betul-betul tercapture sosok karakter itu sendiri, bagaimana seorang remaja yang hidup dalam dunia liberal yang diciptakan oleh orang tuanya. Timothee dan Armie memiliki chemistry yang sangat kuat. Armie Hammer pun juga sama-sama keren gilanya dalam performance.

Ketika menontonnya, apalagi untuk tipe slow-burn dan sampai di ending, hal yang udah terlewati bakal tetap dalam ingatan dalam kurun waktu lama. Belum lagi, hal yang paling spesial disini ialah role parent, sungguh langka mendapatkan orang tua yang bisa menerima apapun, dan memahami kondisi anak dengan baik apalagi ketika kalian mendengar speech oleh ayahnya yang diperankan oleh Michael Stuhlbarg dengan baik.

Everything is about understanding, acceptance, and embrace.

p.s. siapkan hati untuk menerima segala yang ada difilm ini.

Menurutmu gimana?
Tulis dikomen!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING:
9.8/10

ENGLISH REVIEW

“Solid romance and impactful that can stay long in your heart for long time”

For a film like this, it’s difficult to say or put any much words about this than showing my expression on how I really love this film. This film has an extraordinary experience and impactful in a long time. It’s been 4 days, and I never forget that, but my heart, damn, still hurt, help me!

Summer in Italy, Elio met and introduced to Oliver for the first time. Elio think that he is pain by his arrival, everyone likes him, but Elio doesn’t, but somehow he grew to like him. This is his first love that always in his heart.

Fuck, my heart! I’m late to the party, I guess but so many LGBT films with using First Love Story as the fundamental of its story then it goes to lightning the meaning or what it would be. It’s such a great film that make me speechless and to be clear, this gave me a romance experience more and more than the straight romance instead. Actually the main thing is not just about first love story, but also about embrace and empowerment of love, even in this case.

I really like that everything feels solid and right at the place. Watching it feels like the story flowing like normally, probably laughing and trying to swim to their story, until it goes to the ending, something that I never believe to be happen when your heart is so weak but what you have to accept is so big. How the story not just telling but involved the audience to understand the character, everything that includes non-verbal matter, and it flows with the great music by Sufjan Stevens that quickly stand inside your heart.

Honestly, Timothee has a great performance so as his line on the script that really capture on teenage itself, how a 17 year old boy living in a liberal family that created by his parent. Also Armie Hammer does a great job in it. How the chemistry is so strong that you felt the entire moment.

When you see it, even it’s slow-burn and until end, the moment that you just been through will stay for long time. Not to mention, that the special thing is the role parent in it, so rarely to see a parent, especially in cinema, seeing a parent that can accept everything and understanding the condition of their kid. When you hear the speech from Elio’s Father that played by Michael Stuhlbarg very well.

Everything is about understanding, acceptance, and embrace.

p.s. prepare your heart for this film, man.

What do you think?
Write down below!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING:
9.8/10

Wednesday, December 20, 2017


REVIEW IN TWO LANGUAGE! SCROLL DOWN FOR ENGLISH!

GENRE
DRAMA MYSTERY HORROR ART-HOUSE
YEAR
2017

for an english review, you can scroll down until you found the red font style.


INDONESIAN REVIEW



"brillian dengan memanusiakan sesuatu dengan storytelling yang tak biasa"

WTF! Satu kata yang sering dilontarkan buat film ini dengan berbagai macam reaksi dan pendapat dari berbagai orang yang telah menikmatinya. Sungguh memisahkan penonton dalam interpretasinya masing-masing. Well, yes! I agree that this is so fuckin’ insane.

Jujur aku bingung mau jelasin soal sinopsis yang betul-betul mendeskripsikan isi sebenarnya, but kurang lebih menceritakan tentang pasangan yang hidup tenang dan damai, dirusak oleh kedatangan orang asing.

Tahun ini banyak film yang memberikan pengalaman yang semakin unik, kali ini mother! datang dengan ambisius membawa materi dan esensi yang bisa dibilang cukup berat dan bisa gagal paham. I can say, film ini memiliki writing yang begitu brilian dan film yang disutradarai oleh Aronofsky ini secara keseluruhan seperti tidak memiliki plot karena semuanya bersifat metafora didampingi simbolis. Dengan marketing yang demikian, yang membangkitkan kesan horror dibandingkan dengan apa yang akan penonton saksikan memberikan reaksi yang luar biasa. CINEMASCORE memberi nilai F, dan banyak kritikus bahkan reviewer lainnya yang kebanyakan mungkin tidak siap dan tak mampu menerima sesuatu yang rasanya memang tak masuk akal.



Film ini bisa dibilang tidak jelas dalam pace bahkan ceritanya yang terasa melompat-lompat, ya memang aku akui rasanya seperti itu. Tetapi bagiku ada beberapa tujuan mengapa Aronofsky membuat hal seperti itu. It’s unusual in storytelling dan film ini crazy-super-double-insane ride. Kemudian perbedaan kontras pada perpindahan adegan, kadang cepat kadang lambat, belum lagi kepikiran dengan apa yang ingin Aronofsky ceritakan.

He’s not a god because of this, he’s still him. Seperti yang orang bilang dan deeply agree bahwa film ini memiliki sangkut paut dengan cerita biblical. Film ini lebih kepada menyoroti pandangan seorang mother (I don’t want to spoil) dari awal hingga sekarang ini. Dimana begitu jelas bahwa Aronofsky ingin penontonnya untuk tahu dan merenungi. Pada dasarnya seperti memanusiakan sesuatu agar bisa dimengerti oleh manusia yang terkadang kurang terketok hatinya. Pandangannya terhadap rumahnya (kalimat metafora) yang betul-betul menjadi nightmare gara-gara kita. Kemudian mengkritisi sifat manusia yang tidak ada puasnya dan berbagai macam interpretasi lainnya.

Tetapi dilain sisi, walau everything feels brilliant, cerita yang dibawakan terkadang kurang klik di first-act untuk first-time watch walau pada akhirnya hingga credits aku terdiam dan memikirkan soal ini sepanjang hari. Ini adalah sebuah bahasan general yang harus kita renungi.

Kemudian aku ingin memberi apresiasi pada Jennifer Lawrence, performancenya bagus walau rada trying dan agak lain ngeliat dirinya yang begitu soft. Dan pada interview dengan THR dia mengakui bahwa karakter yang dia bawa kali ini sungguh berat dan diluar dari capabilitynya. Selain itu, para cast terlihat begitu bagus terutama Michelle Pfeiffer.



Aku rasa Aronofsky sangat berani dan siap menerima apapun reaksinya. Ini adalah sajian yang membuatku takjub sekali atas isi yang ingin dia sampaikan. Merangkum cerita yang rasanya banyak sampai berabad-abad menjadi dua jam yang berhasil menampar pipi gua tanpa ada merah.

Akhir kata, tak semua orang bisa menikmati dan mempunyai satu pemikiran yang sama, dengan reaksi yang membludak dan ragam interpretasi walau terkoneksi dalam benang merah, membuat Aronofsky merasa berhasil membuat film ini bahkan Martin Scorsese memberi dukungan penuh padanya. Tetapi sangat disayangkan, ketika dia membeberkan maksud (yang masih belum aku baca) dari film ini. Seharusnya dibiarkan hal tersebut sampai pada masanya maksud dari film itu terkuak dan sukses. Banyak film yang berada dalam proses ini yang pada akhirnya berhasil di titik terakhir dan tetap tidak membeberkan esensinya. Tetapi keputusan sudah terjadi, selagi kita memahaminya, jadikan film ini bagai refleksi untuk kita sebagai manusia.


P.S. Kalau nonton film ini, nonton sampai credits habis dengan mendengarkan lagunya yang begitu sedih.

Menurutmu gimana?
Tulis di komen!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING:

9.4/10



"brilliant on how humanize something on its point of view that remarkable to be reflection"

WTF! One word that is often made for this movie with various kinds of reactions and opinions from various people who have enjoyed it. It really separates the audience in their respective interpretations. Well, yes! I agree that this is so fuckin 'insane.

Honestly I'm confused to be explain you about the synopsis that really describes the actual content, but rather telling that, so this is about a couple who live in peace, destroyed by the arrival of strangers.

Many films this year come with unique experiences, this time mother! comes with ambitious move in material and essence which can be said quite heavy and possibly misunderstood. I can say, this movie has a brilliant writing and the film directed by Aronofsky as a whole as it doesn’t have a plot because everything is metaphorically accompanied by symbolism. With such marketing like that, which evokes a horror impression compared to what viewers will see to give a tremendous reaction. CINEMASCORE gives F grade, and many critics and even other reviewers who are most likely to be unprepared and incapable of receiving something that feels not logic.


This movie is arguably unclear in the pace and even the story that feels like hopping, yes, I admit it. But for me there are some reasons why Aronofsky makes such a thing. It's unusual in storytelling and it's like a crazy-super-double-insane ride. Then the differences of every event and action that feels contrast, sometimes fast-paced sometimes slow-paced.

He's not a god because of this, he's still him. As some of people say and deeply agree that this film has a strong connection with a biblical story. The film is more about highlighting the views of a mother (I do not want to spoil) from the beginning until now. It is so clear that Aronofsky wants his audience to know and contemplate. It's basically like humanizing something to be understood by people who are sometimes poorly tainted. Her (mother) point of view of her house (metaphorical sentence) is really a nightmare because of us. Then also criticize the unsatisfied human nature and other interpretations.

But on the other hand, though everything feels brilliant, the story is sometimes lacking in first-act for first-time watch although eventually until credits I'm speechless and think about it all day long. This is a general discussion that we should look forward to. Also, because this film has a story like an open interpretation, and seeing like that, it possibly getting misunderstood.

Then I want to give Jennifer Lawrence an appreciation, her performances are good though it's rather trying but not in her natural sense and it’s weird to see her so soft in this film. And in the interview with THR she acknowledged that the character she brought this time was really heavy and beyond her capability, plus pray for her diapraghm. In addition, the casts look so great especially Michelle Pfeifer.



I think Aronofsky is very bold and must ready to accept any reaction. This is the dish that makes me wonder at what he wants to say. Shorten the story that feels like centuries because it is so many that managed to slap me without any red.

Finally, not everybody can enjoy and have the same thought, with the overwhelming reaction and the variety of interpretations but one is always the same, making Aronofsky feel successful in making this film even Martin Scorsese giving full support to him. But very unfortunate, when he explains the meaning, the methaporical in it (which I still haven’t read) from this movie. It should be left to the point where the intentions of the movie were reaching a successful. Many great films were in this process that ultimately succeeds at the last point and still does not reveal the essence of it. But the decision has taken place, as long as we understand it, make this movie as a reflection for us as a human being.


P.S. If you watch this film, watch until end even the credits by listening to the song.

What do you think?
Write down below in comment!


HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING:

9.4/10