Showing posts with label Action. Show all posts
Showing posts with label Action. Show all posts

Sunday, November 26, 2017


Directors:

Lee UnkrichAdrian Molina (co-director)

Writers:

Lee Unkrich (original story by), Jason Katz (original story by) 

Stars:

Anthony Gonzalez, Gael García Bernal, Benjamin Bratt 



REVIEW IN TWO LANGUAGE | REVIEW DALAM DUA BAHASA


"menakjubkan, kaya akan kultural, dan kesan emosi juga kaya nilai membuatnya WAJIB untuk ditonton"

Pixar menaruh keyakinan pada Lee Unkrich untuk menyutradarai film ini dan hasilnya bener-bener membludak. Bagaimana tidak? Sutradara yang pernah menjadi sutradara pada film Toy Story 3 ini berhasil dengan baik membuat sebuah karya yang kental dengan kultur meksiko ditambah unsur keluarga bertaburkan value yang begitu berbobot.

Film ini menceritakan kisah Miguel hidup dalam keluarga yang selalu menceritakan kisah buruk buyutnya ke setiap keturunan supaya tidak lagi terjadi hal yang sama. Sehingga apapun yang berhubungan musik tidak boleh sampai terdengar ke keluarga itu. Tetapi, Miguel memiliki naluri itu, dia tak bisa memendamkannya. Suatu hari dia dengan sengaja memainkan gitar seorang legendaris yang sudah mati demi kompetisi. Karena itu dia tanpa disadari masuk ke dunia lain.




Jeez, jujur tak disangka-sangka film ini telah memenangkan banyak hati dari penontonnya. Lewat narasi yang begitu family-friendly, penonton akan dibawa kedalam kisah pertualangan Miguel di dunia lain dan berusaha kembali ke dunianya lagi. Tak hanya itu, pengalaman yang diberikan begitu berwarna, hangat, dan sungguh berkesan. Bagaimana membangun narasi yang cukup thoughtful begitu juga dengan karakternya yang membuat segalanya terasa solid di setiap menitnya. Tak hanya itu, momen demi momen yang telah dibangun dalam narasi yang juga kaya akan value, materi penting juga kultur, di akhir kalian akan merasakan perasaan emosional seperti kalian betul-betul merasakan, dan harapan. Pixar kembali berhasil untuk kali ini. Jujur, musiknya betul-betul lebih mengagumkan dan suara yang kalian (akan) dengar ialah dari Anthony Gonzalez, seorang anak meksiko yang wow, suaranya bakal menghipnotis.

Musik, warna, dan keseruan cerita dimainkan dengan sederhana tanpa ada menumpahkan sesuatu yang rasanya berlebihan. Permainan emosi yang dimulai dari sesuatu yang menarik, semakin seru dengan cerita yang kompleks kemudian mendarat dengan emosional lalu kembali dengan rasa bahagia. Karena dibeberapa momen akan ada musik yang enak, ketika kalian nonton, biarkan nalurimu bergerak saat mendengar alunan dan nyanyian didalamnya. Lalu, COCO berhasil memberikan sesuatu tentang keluarga, pastinya kematian dan memori warisan. Membuat kita merasakan dan berpikir bahwa keluarga paling penting dari apapun. Dan juga merasakan bagaimana jika kita meninggalkan orang yang dicintai berharap penuh untuk bisa mengingat kita sampai akhir hayat nanti.


Mari ajak keluarga atau siapapun untuk melihat film ini, jelas film ini sangat penting dan memiliki nilai yang sangat bagus. Jujur, sepertinya pintu oscar terbuka lebar untuk film ini, I guess.


Menurutmu gimana?
Tulis di komen!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING:
9.4/10

INDONESIAN

"another great and so mexican from pixar which is a MUST-SEE"

Pixar put believes in Lee Unkrich and his team to directing this film and turns out extraordinary. How come? The director that also brought you to Toy Story 3, and that's a hope for those who haven't seen COCO. This film was amazing and emotional, so mexican and the value and the complexity is great.

This film tells you about Miguel, living in a family that always tell to every generation about his great great grandfather and don't ever the music exists anymore in the family, but Miguel has the gift and it's music. Run out from the family and fight for it, he accidently playing a guitar from a dead legendary. By that, he unaware of its existence in another world and trying to escape for it.



Jeez, honestly this film won many heart by the heartfelt, warming, caring and so many great things in it. By the thoughtful-narration that so family-friendly, you gonna bring into Miguel's adventure. Not to mention the experience they gave to me is so colourful, rich and warm. How it build the story and the character and everything feels solid. Every moment you will see is rich in value, rich in culture and in the end you have to face the emotional moment, like you really feel and hope. Another triumph by Pixar. Honestly, the music, damn, it's so great, prepare for hearing it by Anthony Gonzalez who dubbed the main character.

Music, color, and exciting is spot-on. It's like emotion-game, starts from exciting moment, and become more interesting and landed with emotional feeling then go with happy, warming and graceful feeling. When the music on, let your instinct move when you hear it. Then, COCO succeed to give something that matter about family, loss, death, and memory. How it succeed to make me feel and think about family is the important ones than anything. And also feel how someone that we love, hoping for them to remember us.



Bring your family to feel the joyful story and it's a must- see.

What do you think?
Write down below in comment!


HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING:
9.4/10

ENGLISH


Sunday, October 1, 2017


Film yang masuk kategori Out Of Competition di Cannes 2017 ini memberikan sebuah suguhan yang begitu hebat. Kalau dibandingin—entah bisa apa ngga—dengan John Wick, which ada sedikit kesamaan, gua lebih prefer ni film, it’s really dark, full-packed bloody action dan dramatis.

Menceritakan sebuah kisah mengenai Sook-Hee yang hidup dalam dunia yang begitu kelam dan menyedihkan, hidup dalam sebuah dendam dan takdir yang gelap, mencoba untuk bebas dari dunia itu.

Ini film indie yang benar-benar menyajikan film yang buat otak gua mau meledak, bukan karena sesuatu yang memusingkan tetapi bagaimana sutradara beserta krunya menyiapkan menu aksi yang begitu memukau, bukan hanya mengumbar soal aksi tetapi disini juga menunjukkan sesuatu yang begitu kelam untuk ditampilkan. Lewat camera movement yang sekilas mengingatkan gua pada Irreversible, gua sedikit terganggu dengan shaky-camnya tetapi itu tidak begitu menjadi big problem kepada kesan yang sudah terbangun dengan solid. Cerita yang ditampilkan begitu dark, it’s like, kalian berusaha untuk menghilangkan masa lalu yang kelam dan hidup dalam kebebasan yang hakiki tetapi hal itu kembali menerpa dan kembali seperti sedia kala. It’s ironic, yet depressing at some point.
ㅤㅤ
Gua ada nyebut full-packed bloody action, yes. Opening yang udah ngasih lu pemandangan berdarah dan disitu gua udah berpikir, hal yang akan terjadi selanjutnya bakal dark. Belum lagi permainan musik yang mengatur cepat lambatnya tensi, dan itu sungguh bagus. Castnya udah mantap plus performancenya udah hebat. Well, in the end secara konklusif, ini film udah bagus tetapi IMO, ini adalah film keren level bawahnya Cannes, level bawahnya aja udah bagus apalagi yang paling atas. Boom, kalian mesti tonton ini! One of my favorite action this year.

Menurutmu gimana?
Film action yang kamu suka?
Tulis dikomen ya!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!

RATING 
8.7/10

Thursday, August 31, 2017



Film yang ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba, well, apa yang kata orang, ini film benar-benar top markotop atau apapun itu, yes, this film is really a fun ride dan film keren yang harus kalian tonton dan enjoy.

Baby, menjadi pengemudi seorang kriminal demi melunaskan utang padanya.

Actually, memang ini film sebagai summer hit yang sungguh memuaskan. Di segala aspek, Edgar Wright memperhatikannya dengan tepat apalagi hal yang paling gua suka ialah bagaimana segala sesuatu mulai dari musik, dialog, kapan harus berkomedi, kapan harus benar-benar serius itu betul-betul diperhatikan olehnya. It’s like, everything is on the right place. Screenplay original, stylish yet awesome sensation you will get. Karena ini fokus pada Baby, so, film ini benar-benar menyesuaikan dengan apa yang dirasakan, dan sepanjang durasi bakal terus mendengarkan musik-musik klasik hits. GOD, QUEEN!!!

Film popcorn ini memang hebat, dalam karakternya bener-bener, like, ikonik terbantu banget sama busananya, plus dalam mengkarakterisasikan tokoh-tokohnya. Nah, si Baby sendiri merupakan karakter yang, jujur, sama sekali ga bisa gua tebak, bagaimana kehidupannya yang bertemu dengan seorang Debora yang menjadi motivasi lain untuk bebas tetapi apakah semudah itu? Ya, lu liat aja nanti. It’s not really romance tapi chemistry mereka dapet. Belum lagi, para cast yang benar-benar cocok dengan karakternya. Kevin Spacey yang, memang dia penjahat juga kejam tapi pada satu hal, dia juga punya hati dan lu bisa liat nanti, Jon Hamm dan lainnnya memiliki karakter yang unik sekali.

Gua jujur, sampai bingung mencari problem, tapi sebenarnya itu bukan tugasku, mencari titik kesalahan karena ketika gua menonton, gua harus bisa merasakan, memahami, enjoy, dan benar-benar mencoba melepaskan diri untuk merasakan sensasinya apalagi ini popcorn movie, so, gua selalu buang yang namanya pemikiran kritik saat menonton. Just enjoy it!

RATING:
9.3/10

Friday, August 18, 2017

Film ketiga sebagai penutup trilogi Apes menjadi suguhan yang cukup bagi gua, merasakan sebuah experience yang tidak mampu untuk membawa film ini ketingkat yang lebih baik daripada sebelumnya.

Mengkisahkan tentang para apes yang mengira kehidupan mereka telah aman tetapi muncul para manusia yang mencoba memberantas kaum apes dari muka bumi ini.

Well, mungkin banyak orang yang tidak menerima opini gua, tetapi inilah opini saya, inilah yang gua rasakan dan apapun itu gua sampaikan dengan jujur. Film ini memang tidak buruk dan juga tidak bagus-bagus amat. Tetapi film ini hanya sekedar sebagai penutup yang membuat tidak membuat kita merasa, "Kenapa film ini harus berakhir?" "Kenapa film ini berakhir seperti ini?" dan semacamnya. It's like, begitu saja. Disappointing? Tidak. Film ini hanya mencapai pada level lumayan-lumayan saja bagi gua.

Membawa unsur toleransi yang memang tak dipungkiri, terutama mencoba menyindir bahwa kehidupan manusia yang berlomba-lomba untuk menjadi kelompok individu yang terunggul tanpa menyadari bahwa disitulah letak keburukan.

Film ini memang berjalan dengan baik, aksi yang ditampilkan emang menarik, sinematografi yang tak perlu diragukan karena sepanjang durasi gua begitu kagum. Tetapi hal yang begitu membuat gua ngerasa kurang ialah, ada beberapa poin didalamnya yang kurang dilakukan secara maksimal atau setidaknya cukuplah. Kemudian bagaimana humor dimulai tidak pada tempatnya, seakan-akan fokus terhadap pesan yang ingin disampaikan menjadi renggang. Belum lagi pengeksekusian ketika sang Villain berakhir, dan gua ngerasa, "Udah?" gua ngerasa pada adegan itu, film ini mencoba buru-buru untuk menceritakan apa yang terjadi selanjutnya.

Hal yang paling gua suka dari apes ini selain aksi, dan betapa solid pesan dan ini itunya, tetapi kali ini, film ini menjadi film yang, cukup deh, memang udah pas untuk mengakhirinya daripada nantinya makin mengada-ngada.

Menurut gua film ini masih enak untuk ditonton kok terlepas dari betapa kurang solid pada bagian tertentu juga pengeksekusian yang kurang tepat. Dan Dawn Of The Planet Of The Apes merupakan favorit gua dalam trilogi apes ini.

Ini sih opini gua? 
Kalau perasaan lu pas nonton ini gimana?
Share di kolom komentar ya!

TERIMA KASIH AND HAVE A NICE DAY!

RATING: 5.7/10

Sunday, June 11, 2017

Sutradara: Patty Jenkins
Penulis: Zack Snyder (Cerita), Allan Heinberg (Screenplay)
Sinematografi: Matthew Jansen
Penata Seni: Dominic Hyman
Musik: Ruppert Gregson Williams

Cast: Gal Gadot, Chris Pine, Robin Wright, ...





“I am Diana Of Themyscira, daughter of Hippolyta!” ㅤㅤ






So, film yang lagi nge-hype, lagi heboh dengan kabar Wonder Woman yang katanya bagus, keren but kenyataannya, memang ini film menjadi pembangkit kejayaan DC setelah Batmannya Christian Bale di The Dark Knight karya Nolan. 



Basically, film ini menceritakan kisah Wonder Woman dengan alur maju mundur, menceritakan bagaimana dirinya sejak kecil hingga besar dilatih bela diri, hingga bertemu Steve Trevor (Chris Pine) yang membawanya menuju arena perang sesungguhnya hingga dirinya menemukan jati diri dan misi sesungguhnya.



So, gua applause banget sama Patty Jenkins dengan krunya yang telah berhasil buat gua excited dengan film ini. Dengan story yang bisa dibilang kuat, fun, padat juga apik. Selain lebih menunjukkan the real hero dengan tugas mulianya, lebih tepatnya yang gua ambil ialah soal perjuangan demi perdamaian dan ketentraman dan itulah yang Diana (Gal Gadot) inginkan, dia ingin membunuh Ares agar perang dimana-mana tidak akan terjadi lagi. Well, gua ga bisa nilai keakuratan film dengan versi komik tetapi entah emang dari sananya, ceritanya menggabungkan mitologi Yunani dengan perang dunia yang bersejarah dan terlihat realistis dan nyambung. 



Pokoknya dari sisi cerita memang sudah tertata dengan bagus, beberapa diselipkan rasa humor yang logic dan emang lucu, gak garing, bahkan ada momen awkward antara Diana juga Steve yang bikin gua geli, dan soal sisi emansipasi wanitanya emang juga kuat yang disusul dengan sisi yang menonjolkan perdamaian dan ketentraman yang di inginkan Diana.



Belum lagi shotnya yang bener-bener wonderful, apalagi suasana dan set Amazon yang bikin gua takjub, dan battle scene-nya bener apik ditambah slow motionnya juga score yang bener-bener pas dan makin menggugah selera ketika menontonnya. Gua udah keimpress dengan ceritanya bahkan para karakter yang udah ngecuri perhatian lu pada.



Film ini memiliki sesuatu yang berharga yang disampaikan penonton lewat perjuangannya, keras kepalanya Diana yang bener-bener harus tercipta dunia yang damai, dan lain-lain seakan-akan tidak hanya menghibur tetapi menjadi sajian yang berkesan, bermakna juga moral bahkan hal lain yang bisa lu ambil. Karena pengembangan story, hubungan antar karakter yang karismatik, juga performance para pemeran, pada wilayah deket ending sampe abis, bikin gua nangis tapi sayang ketahan gara-gara tempat publik. Pokoknya keren abis.







Film ini sangatlah berkesan dan lebih dari sekedar kata “menghibur”. So, RECOMMENDED pasti buat lu pada untuk nonton ni film. Empowering ada, romance ada, funny ada, drama dan actionnya juga ada dan gak ketinggalan soal pesannya, dan seluruh porsinya tepat dibagi.

RATING: 9.2/10

Tuesday, March 14, 2017

Directed by: 
Jordan Vogt-Roberts
Cast: 
Tom Hiddleston, Brie Larson, Samuel L. Jackson, John Goodman, and other cast.
Screenplay Writer: 
Dan Gilroy, Max Borenstein
Produced By: 
Cinematography:
Larry Fong

IMDb: 7.2/10

Metascore: 63%
Rotten Tomatoes: 79%


“KONG IS BACK!!!” ㅤㅤ

ㅤㅤ
SINOPSIS:
Dua Ilmuwan menemukan sebuah pulau yang disekelilingnya selalu ada badai sehingga terisolasi dari dunia luar, tetapi mereka tidak tahu ada sesuatu yang jauh diluar pikiran kita dan menjadi destinasi maut mereka.


REVIEW:

KONG IS BACK!! Pada kali ini, sebuah film lanjutan Kong muncul dengan ide cerita yang baru dan lebih fresh ketimbang dahulunya serta menyajikan sajian yang lebih mengutamakan kata “hiburan”. Kisah kelanjutan Kong yang dibuka dengan isu-isu ditemukannya pulau aneh menjadi dasar cerita yang menarik hingga kejutan demi kejutan dikeluarkan disetiap menitnya setelah kalian nantinya bertemu dengan Sang King Kong.





Keseluruhan film ini terlihat seru dan bener-bener popcorn movie banget deh, tapi kalau dilihat baik-baik ada beberapa komponen yang tidak diperhatikan karena pemfokusannya terhadap KONG (Welcome to Popcorn Movie). KONG dan Monster lainnya adalah objek utama disini dan karakter disini hanyalah hiasan semata. Dari awal hingga akhir, anda akan merasakan bahwa karakter yang dibawakan Samuel L. Jackson adalah paling berpengaruh dan kuat. Pengembangan karakter selain perannya tidak berjalan dengan baik begitu juga dengan porsi dialognya akibat terlalu fokus terhadap KONG dan Monsternya ketimbang kesan lebih yang akan diterima oleh penonton.



Film ini memiliki shot yang indah dan memukau juga cukup keren dimata, begitu juga dengan score musik background yang juga cukup bagus. Soal CGI, tak usah diragukan, anda sudah pasti tahu. Kalau karakter manusianya yang pada kriteria not great at all (kecuali pada saat mereka beraksi, dan adegan pedang katana), monster-monster disini di perbanyak dan memiliki kesan lebih dari pada sebelumnya.



OVERALL, Kesan yang ditampilkan disini hanya seru, dan gagal sedih tapi sukses kesal sama tentara itu. Minim kesan ketimbang pendahulunya King Kong (2005) yang malah memiliki kesan yang lengkap. Tapi ini SANGAT DI RECOMMENDED buat yang mau seru-serunya aja ketimbang mikir ini itunya, menurut gua fun, enjoy, seru and pretty entertaining.


RATING: 6.7/10

Wednesday, March 8, 2017

IMDb: 8.7/10

Rotten Tomatoes 92%

Sutradara: James Mangold
Screenplay Writer: James Mangold, Scott Frank, Micheal Green
Cast: Hugh Jackman, Dafne Keen, Patrick Stewart

“IT’S TIME FOR YOU TO REST!!!” ㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ
SINOPSIS:
Mengkisahkan bagaimana kehidupan Wolverine yang semakin sengsara ditambah munculnya satu misi yang akan menjadi misi terakhirnya.






REVIEW:
Film ini sangat wajib untuk ditonton karena ini merupakan film terakhir Hugh Jackman berperan sebagai Wolverine. Berbeda dengan film sebelumnya yang lebih kepada aksi dan efek yang menggugah selera, disini film ini mengumbar soal kehidupannya yang telah kehilangan. Karena belum pernah nonton X-Men maupun Wolverine franchise apapun, mungkin mereka adalah orang-orang yang masih hidup dari bencana yang mengancam mereka difilm sebelumnya. 







Disatu sisi penonton dapat merasakan bagaimana dirinya yang begitu menyedihkan dan penuh sengsara. Nah, satu misi ini berhubungan dengan perempuan kecil yang bisa kalian lihat di Trailer, X-23 atau Laura yang mana diperankan dengan hebat dan dia terlihat cocok. Bedanya dengan film-film sebelumnya, film ini terasa bebas liar di RATED R atau Dewasa sehinggal tampak brutal dan apa yang diinginkan dari sosok Wolverine terwujud dengan baik dalam film ini. Hampir lupa sama Jokes kecil yang disisipkan begitu terasa dan berhasil supaya gak terlalu serius amat, pasti. ㅤㅤ






ㅤㅤㅤ
OVERALL, Film ini sangat RECOMMENDED buat pecinta aksi, Marvel Fans, dan yang lainnya. Full Action berdarah dengan drama yang menjadi hal yang menonjol dari film ini.



RATING: 8.8/10

Friday, July 8, 2016

Genre: Sci-Fi Horror Thriller
Cast: Ben Foster, Antje Traue, Dennis Quaid
Imdb: 6.8/10
Rotten Tomatoes: 28%
Metascore: 28%


Baiklah, sorry kalau udah lama gak pernah posting review lagi dikarenakan rasa malas yang menumpuk padahal udah siap nak ngetik tapi nggak jadi-jadi--alasanku aja.

Film ini menceritakan tentang perjalanan manusia dimasa depan yang mencari tempat hidup selain bumi dimana planet itu bernama Tanus yang mana diluncurkanlah pesawat luar angkasa Elysium yang mengangkut ribuan mungkin jutaan manusia untuk ke sana. Tetapi selama perjalanan, peristiwa mengerikan terjadi. Seorang pria bangun dan keluar dari kapsul berkabel yang mana di tidak ingat apapun bahkan tujuan dan misinya dia tidak ingat hingga ia bertemu dengan seseorang yang satu tim dan mencari orang yang masih hidup. Disaat itulah dia melihat sosok menyeramkan yang memburu manusia dengan cepat. Misi dia harus menghidupkan reaktor sehingga pesawat hidup dan juga menyelamatkan orang yang selamat.

Film bertemakan Horror di luar angkasa ini kalau dilihat dari segi cerita saya begitu tertarik dan melimpahnya hal-hal di pikiran saya dimana ekspetasi saya jauh daripada itu. Rasa ketegangan yang dibangun sangat kurang dan tidak begitu terasa sehingga film ini terlihat begitu biasa walau CGI nya yang terlihat mantap tetapi kesan darknya bagi saya kurang menyeramkan. Akting mereka cukup baik walau ada karakter yang tak begitu baik menurut saya tetapi overall lumayan. Sebenarnya jika semua komponen itu dimanfaatkan secara lebih efektif, mungkin film ini bisa menyerang film Alien tetapi sayangnya tidak. Sekilas, film ini seperti gabungan film Alien dan Star trek menurut saya.

Kesimpulannya film ini tidak begitu direkomendasi tetapi jika kalian ingin menontonnya silahkan, mana tahu kita berbeda opini. Tetapi menurut pandangan dan perasaan saya, film ini lumayan untuk ditonton.

RATING: 6.5/10

Sunday, January 18, 2015

Info:
MetaScore: 50/100
IMDb: 7.9/10
Genre:Action, Thriller
Penulis: Luc Besson, Robert Mark Kamen
Sutradara: Pierre Morel
Cast: Liam Neeson, Maggie Grace, ...
Tahun: 2008
Batasan: Remaja dan Dewasa

Review:
Film Action yang baru saya tonton dan saya review kali ini. Berkisah tentang seorang ayah ( Liam Neeson ) yang ingin menyelamatkan anaknya dari beberapa kelompok yang menangkap perempuan dan menjualnya untuk keperluan bisnis semata. Dimulai dengan dia ( Liam Neeson ) yang mengunjungi tempat ulang tahun anak perempuan kandungnya yang berumur 17 tahun. Dia sudah bercerai beberapa tahun lalu karena masalah pekerjaannya dengan negara. Dia hidup sendiri dan melakukan pekerjaannya. Dan pada saat anaknya meneleponnya untuk datang bertemu dengannya. Esok harinya ia bertemu dan ia juga ingin memberitahukan kepadanya kalau ada kabar gembira untuknya. Cita-cita anaknya ialah penyanyi dan ia bertemu dengan penyanyi dan ia menyelamatkannnya dari seorang pembunuh yang ingin membunuhnya kemarin, dan perempuan itu memberikan tips kepada anaknya ( Liam Nesson ) agar anaknya menjadi penyanyi sepertinya. Saat bertemu anaknya ternyata memintanya untuk menandatangani kepergiannya ke paris bersama temannya Amanda. Ia tak menandatanganinya dan anaknya pergi menangis. Mantan istrinya menyebutnya terlalu banyak syarat untuk anaknya dan dinilai terlalu khawatir sehingga dia tak memberikan kebebasan kepada anaknya. Ia pun datang kerumah anaknya dan ia sudah menandatanganinya dan ia beri 3 syarat. Ia pergi dan saat dibandara ia bertemu temannya dan ayahnya membawa barangnya dan melihat peta yang menunjukkan sebuah tur. Anaknya berbohong kepadanya. Saat dia diparis dia lupa menelepon ayahnya. Sesampainya diparis mereka berfoto dan ada seorang laki-laki bernama Peter yang memfoto dan mengantar mereka ketujuan. Sampainya dia menawarkan untuk datang kepesta sekolahnya. Masuklah mereka keapartemen dan ayah meneleponya dan tiba-tiba datang orang-orang berbaju hitam menangkap mereka dan ia ketakutan. Bagaimanakah kisah selanjutnya? Ia tertangkap atau tidak? Intinya tentang penyelamatan seorang ayah terhadap anaknya yang ditangkap untuk dijadian pela**r disana. Waktunya 96 jam setelah anaknya sampai ke paris atau jika tidak ia tak bisa melihat anaknya lagi. Film cukup menantang. Wajib ditonton bagi yang suka film action.

Gambar:




TRAILER:



Wednesday, December 31, 2014


 Info:

Rotten Tomatoes Score: 84%
Genre: Action, Comedy, Crime
Penulis: Michael Bacall
Sutradara: Phil Lord
Cast: Jonah Hill as Schmidt, Channing Tatum as Jenko, 
Tahun: 2014
Batasan: 15

Review:

Sekuel film dari 21 Jump Street. Kali ini tidak kalah seru dengan 21 Jump Street, kali ini misi mereka ialah menyamar diperkuliahan untuk mencari penyuplai narkoba jenis baru, WhyPhy. Aneh. Efeknya ialah terlalu fokus terhadap sesuatu. Sungguh kocak melihat mereka. Tetapi disini, Jenko dan Schmidt berpisah karena Jenko berteman dengan orang lain sementara Schmidt bersama perempuan jurusan seni dan ia tak tahu kalau itu adalah anak kapten Jump Street. Intinya ialah Misi menyamar untuk mencari penyuplai WhyPhy tersebut.

Gambar:



Trailer:





Tuesday, December 30, 2014

Info:
Rotten Tomatoes Score: 85%
Genre: Action, Comedy, Crime
Writer: Micheal Bacall
Sutradara: Chris Miller, dan Phil Lord
Cast: Jonah HIll as Scmidt
        Channing Tatum as Jenko
15+ film.

Review:
21 Jump Street. 21 Jump Street ialah nama markas untuk menjalankan beberapa misi rahasia. Diantaranya adanya narkoba unik yang ada di SMA. Tentang 2 orang yang ditugaskan untuk mencari tahu penyuplai barang narkoba yang disebut HFS (Holy Fucking Shit). Aneh. Sebelumnya, mereka dari kepolisian dipindahkan je Jump Street. Mereka menyamar sebagai murid SMA. Bagaimanakah selanjutnya? Apa yang terjadi? Apakah mereka temukan penyuplainya? Dan Tentang kisahnya? Mending tonton saja. Seru. Tak bisa diungkapin dengan kata-kata lebih. Seru dan Fun. Lucu, menarik. Tingkah laku mereka yang sungguh mengelikan. Ingat! Untuk remaja 15+ Sumpah Kocak Banget!

Gambar:





TRAILER:



Saturday, December 27, 2014


Info:
RIlis tahun: 2011
IMDb Rating: 7.4
Penulis: Steven Moffat
Genre: Animation, Action, Adventure

Review:

Siapa yang tak kenal dengan tintin? Jurnalis yang petualangannya yang seru dan keren. Terlihat seperti manusia benaran eh, ternyata animasi (Mungkin menurut orang awam). Saya sedikit bosan tetapi karena penasaran apa kelanjutannya dan Voila... mereka memberikan kejutan yang spesial dari film itu. Keren sekali. Teringat, gaya kaptennya yang kocak dan tolol. Dan paling saya gemesin tuh Snowy (anjing tintin).

Sinopsis:

Awalnya Tintin sedang meminta seorang pelukis untuk melukis dirinya. Snowy kemudian melihat orang yang sangat aneh. Dia mengikuti orang tersebut. Dia ternyata pencopet. Sangat ligat, dan ahli dalam mengambil dompet orang-orang tanpa diketahui orang yang dicopet tersebut. Setelah lukisan tersebut selesai dan Tintin tidak melihat Snowy dan ia tak sengaja melihat sebuah miniatur kapal. Saat dia membelinya, ada orang yang ingin menghambatnya dan ia juga berkata kalau ia sedang dalam bahaya. Datang lagi satu orang berjubah merah yang juga ingin membeli kapal tersebut. Sesampai dirumah Tintin ingin tahu apa rahasia dibalik miniatur kapal tersebut. Ternyata kapal tersebut berisi gulungan. Gulungan tersebut hanyalah sebuah puisi. Mengapa mereka menginginkannya? Lihat Tintin sekarang juga daripada penasaran. Kalau dipersingkat, inti masalahnya ialah tentang keturunan Red Racham yang ingin balas dendam kepada Keturunannya Haddock dan dia ingin mengambil hartanya kembali. Saat nanti Tintin sampai kekapal (Saat dia disekap) disitulah dia bertemu kapten Haddock. Hanya itu saja yang saya bisa sampaikan, kalau semuanya jadinya .... ya begitu deh.

Trailer: