Showing posts with label 2007. Show all posts
Showing posts with label 2007. Show all posts

Saturday, August 11, 2018



for english review, scroll until you see the yellow highlight.



INDONESIAN REVIEW

TIMECRIMES begitu simpel tanpa mengelaborasi panjang teori dengan langsung jump to the action meski predictable jangan terkecoh, film ini akan bermain absurd dengan fun trip menegangkan dan menggelitik.

Jika PRIMER terlalu pintar untukmu mungkin tak sanggup bertahan pada perbincangan jenius, TIMECRIMES mengemas kisah time-travel dalam sajian ringan, dan sesederhana mungkin. Begitupun, tidak menutup kemungkinan betapa briliannya Nacho Vigalondo, sang sutradara yang mampu mengemas film menjadi bak pengalaman konsekuensi yang fun.


TIMECRIMES sendiri bisa dibilang film indie spanyol. Hector disini jadi karakter utama. Pulang kerja bawa barang pesanan istri di rumah, hidup sabar meski tekanan kecil kerap mencoba meruntuhkannya, mulai dari istrinya yang tidak mendengarnya, dan tidurnya yang tidak tenang. Hector kerap mengintip lewat teropongnya melihat sesuatu yang manatahu dapat yang segar-segar, which he got one, but weird. Dari sini, cerita semakin menarik rasa penasaran yang membawa kita ke sebuah asal mula.

Seorang perempuan berdiri dengan kepala menunduk, hadir di hutan dengan perlahan membuka bajunya. Ketika istri mengganggu tontonan di depan teropongnya, perempuan tersebut hilang. Hector mencari ke dalam hutan dan terlihat perempuan itu sudah terbaring & suddenly Hector ditusuk oleh seseorang dengan wajah diperban. Pastinya Hector lari, menuju sebuah bangunan terdekat, bertemu dengan, katakan saja, ilmuwan dan menyuruhnya untuk sembunyi di sebuah bak dan ditutup. Ketika keluar, Hector tanpa sengaja telah terlibat dalam paradoks time-travel yang membuatnya kembali ke beberapa jam yang lalu.


Sampai disitu. It isn't a spoiler, at all, okay! Masih aman kok. TIMECRIMES berjalan dengan on-point dan realistis tanpa harus menjelaskan ini itu, cara kerja time-travelnya karena TIMECRIMES yakin, audiens sudah lebih tahu. TIMECRIMES tidak mentok dengan permainan misteri tanpa bikin pecah kepala namun memuaskan pada level sama. Di pertengahan awal, cerita terasa menegangkan, juga misterius dan tone yang rada mirip horror slasher, apalagi ketika berjalan mengikuti arah lampu sudah dibikin deg-degan abis, namun setelah pertengahan plot terasa off atau melemah meski terselamatkan, suspens tetap berjalan sampai berakhir dengan dark humor yang bikin geleng-geleng kepala. Disini karakter Hector seperti memainkan pion. Langkah yang dia ambil meskipun sangat predictable, sampai pertengahan cerita banting setir. Film ini membawa semua hal yang simplistik, sedikit surreal menjadi super fun yang ringan. 



Nacho Vigalondo adalah sutradara berpotensial, filmographynya cukup unik namun namanya overlooked meski Colossal cukup menaikkan namanya. TIMECRIMES jelas, sebuah time-travel story, bermain simplistik tanpa ribet ini itu dan jump to the action yang sungguh memuaskan. Enjoy the trip.

Menurutmu gimana?
Tulis di komen!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES.


ENGLISH REVIEW

TIMECRIMES is undemanding, simplistic time-travel story that could balance everything in a bizzare way that you never stop thrills to what it has and a fun trip to join to.

If PRIMER is too clever for you, maybe you can’t handle on what they’re saying though I think it’s an incredible film, there’s TIMECRIMES, little bit adopted on what PRIMER has, also from THE TWILIGHT ZONE. This film is undemanding, simple and that’s how it is. With brilliantly storyteller, Nacho Vigalondo creates this ingineous world into consequences of experience in a fun way.


TIMECRIMES can be said an indie Spanish film. Hector is the main character here. Going home by bringing the stuff for his wife and they living in a forest. So to speak, his life is often attacked with tension even how little it is but he handle it with patient; when his wife doesn’t heard him, and even he can’t sleep and feel bothered on something. Also he sometimes peeking through his binocular whether he could find something pleasure to look at, he got one, and weird. Then the story become more mysterious.

There’s a woman stood with her head down, exist in the forest slowly opening her shirt. When Hector’s wife interrupted the spectacle show in front of his binoculars, that woman disappeared. Hector looked forward into the forest and saw that the woman was lying & suddenly Hector was stabbed by someone with a bandaged face. Certainly Hector ran, headed to a nearby building, met with, let’s say, scientist and told him to hide in a tub and shut down. When he’s out, Hector accidentally was involved in the time-travel paradox that made him back to a few hours ago.


Stop right there. It is not a spoiler, at all, okay! Still safe. TIMECRIMES gives the on-point and is realistic plot without having to explain this or that, how the time-travel works because TIMECRIMES completely confident, that the audience knows much better. TIMECRIMES isn’t stuck by playing the mystery without blowing your mind but results as satisfying at the same level. On the first half, the story feels tense, mysterious and feels like a horror slasher, especially on one scene, when Hector runs to the light paths it completely make me nerve-wracking, but going to the half minutes it feels off or kinda weak although it helped on the next act, suspense still flows through every minutes ‘til it ends with dark humor that blown me away. The Hector's character is like playing a pawn. Every steps he took were very predictable, if you think so, it’s wrong, just prepare. This film really brings all the simplistic things, a little drop of surreal into super fun that is ingenious, and precisely enough.



Nacho Vigalondo is a potential director, his filmography quite good though it seems overlooked, Colossal had brought his name up more. TIMECRIMES clearly, a consequences of time-travel, an experience through it, playing simplistic that jump to the action that resulting best for its idea that he brought. See it and enjoy the trip!

What do you think?
Write in comment!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES.


Friday, July 7, 2017


"an extraordinary math thriller that heating your mind"

SINOPSIS:
4 orang matematikawan mendapatkan sebuah undangan rahasia untuk menuju ke suatu pertemuan dengan terlebih dulu memecahkan soal di undangan tersebut kemudian mengikuti aba-aba dan bertemulah ke-4 orang itu pada satu tempat, pertemuan yang begitu tidak jelas hingga mereka menyadari ada sesuatu yang janggal dan tak ada waktu untuk kembali.

REVIEW:
Film satu ini buat gua tertarik mengikuti plot yang mengalir dengan tensi yang semakin memuncak. Dengan modal gaya matematika berbalut seni yang indah dan ditabur bumbu-bumbu misteri thriller yang terasa fresh dan unik. Sebenarnya model beginian udah biasa sih, tetapi bagaimana film ini membawa audiensnya ini lewat misteri yang berpacu dengan waktu memberikan kesan yang baik.

Openingnya aja udah ngasih satu aba-aba bahwa apa yang kita saksikan selanjutnya sangat identik dan kental akan matematika. Film ini tak membuatmu bagai orang bodoh, malah kamu disini duduk untuk melihat, menyaksikan dan ikut mengulik satu-persatu yang terlibat di pertemuan itu, mencari tahu siapa dalang, korban, alasan dan sejenisnya. Tak perlu kita memahami betul teka-teki yang mereka kerjakan walau ada beberapa reviewer lain nyoba.

Backstory para karakter diawal sangatlah kosong, hingga audiens terkoneksi dengan sang karakter lewat kepanikan, kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Belum lagi, suasana yang tercipta benar-benar intens, warna merah dan kuning terang betul-betul efektif. Soal scorenya sih fine-fine aja tetapi ada shaky-cam di adegan-adegan akhir yang ngasih audiens dua kesan, pusing dengan tensi semakin tinggi, dan satu lagi, terganggu dan memberikan kesan buruk sedikit pada penonton. Kalau lu yang suka art-house pada kebanyakan tipe pertama, nganggapnya efektif, ujung-ujungnya, it’s depend on your perspective, ga bisa maksa. Well, sebenarnya masih ada yang terasa janggal dan kurang jelas dan bahkan


Dari film ini juga lu bakal lihat, and it’s like sebuah representasi terhadap ilmuwan matematika terkenal dulu, apalagi orang yang terlalu obesesi dengan penemuannya, bahkan hal yang dia kerjakan jika gagal sedikit atau ada yang mengganggunya, bisa gila atau ujung-ujungnya bunuh diri. Bahkan gua belajar dari film ini bahwa setiap kita mengambil sebuah ambisi, jangan terlalu berlebihan, plus biarkan dunia tetap seperti ini daripada ujung-ujungnya menciptakan malapetaka.

Well, bukan maksud gua untuk menyindir atau menjelek-jelekkan reviewer lain. Ada satu kasus dan gua ga setuju dan complain bahwa ketegangan selanjutnya dia gak ada ngerasa apa-apa, like, datar. Satu hal yang bikin memperburuk kesan ialah, ketika mencoba memecahkan teka-tekinya, entah betul apa enggak, mudah entah tidaknya, dan menurutnya teka-teki itu terlalu mudah bagi orang yang udah ahli matematika, tetapi pada film ini, berbeda suasana, belum lagi panik yang menerpa, ini itu dan segalanya yang menganggu pikiran mereka, plus karena mereka ada sering nge-pause, ini bakal ngerusak kesan lu pas lagi nonton film ini.

Yang bisa lu ambil dari kasus itu ialah, kalau menonton sebuah film terutama jika ingin menilai sebuah film, harus menonton tanpa ada mempause, atau berhenti sejenak kemudian lanjut lagi, karena ini bisa mengganggu kesan lu ketika menonton. Coba aja deh bedain, --tetapi ini opini dan ini hasil pengamatan gua, so belum tentu juga. Beberapa artikel juga menegaskan dan ga selalu berpatokan dari situ juga karena setiap orang punya prinsip dan cara tertentu dalam menilai film.

Tapi ingat ya guys, kesan tidak bisa dibohongin walau apapun dalam film itu udah bagus. So, kalo kalian merasa film ini kurang, ya itu opinimu dan gua akan beri respect terhadap opinimu.

So, gitu saja guys!

Menurut kalian gimana?
Tulis dikomentar!

Keep following me for an update review on instagram!

HAVE A NICE DAY AND LIVE FOR MOVIES!